Kapten Baru, Ambisi Besar: Rezza Auditya Pimpin Timnas Polo Air Putra Indonesia Ngejar Emas SEA Games 2025
Gobetnews – Gobetmania Kapten timnas polo air putra Indonesia, Rezza Auditya Putra, nunjukin keyakinan penuh banget terhadap kesiapan tim menjelang SEA Games 2025 di Thailand.
Optimisme itu tumbuh setelah rangkaian persiapan intensif yang dijalanin skuad Garuda, termasuk program latihan dan uji tanding selama hampir dua pekan di Korea Selatan.
Rezza nilai materi pemain kali ini bawa energi baru. Dari total 15 nama yang dipilih, mayoritas merupakan wajah muda yang siap tampil tanpa beban. Komposisi tersebut, menurutnya, jadi modal penting buat percepat proses regenerasi.
“Average umur juga masih 21-22 tahun. Saya yakin dengan regenerasi polo air sekarang. Secara tim juga semakin lengkap,” ujar Rezza, usai kegiatan pengumuman skuad di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Sabtu (29-11-25).
Hubungan antarpemain juga jadi sorotan positif. Rezza tegasin kalau kekompakan tumbuh secara alami sejak awal pemusatan latihan dan semakin kuat saat njalanin try out di Korea Selatan.

“Sejak awal kami udah lumayan dekat. Mereka seumuran, jadi cepat nyambung. Tapi, yang paling penting itu kelihatan waktu try out di Korea. Gradually makin hari makin kelihatan kalau kami makin ngerti satu sama lain saat game,” ungkapnya.
Bidik Medali Emas
Menatap SEA Games 2025, timnas polo air putra Indonesia balik dibebani target minimal medali perak kayak yang diraih di Kamboja pada 2023. Tapi, Rezza pastiin timnya pasang ambisi lebih tinggi. Ia tegasin kalau mereka siap bersaing buat raih hasil maksimal.
“Pasti kami go for gold. Target kami pasti inginnya yang terbaik. Di 2019 juga kami pernah melakukannya, jadi ini bukan sesuatu yang mustahil,” katanya.
Baca Juga : PP PBVSI Lepas Timnas Voli Pantai Putra dan Putri ke SEA Games 2025: Ngejar Target Emas dan Perak!
Kendati demikian, Rezza tekankan kalau kompetisi nggak bakal jalan mudah. Ia sebut seluruh peserta sebagai lawan yang patut diwaspadai, jadi timnas harus pertahankan intensitas sejak laga pertama.
“Kami lihat semua negara adalah pesaing terberat. Jadi, setiap hari kami harus bermain seperti final. Mindset-nya seperti itu,” tegasnya.
