gobetnews_top_banner_2025
Paul Scholes

Paul Scholes Meledak: Sistem Ruben Amorim Dinilai Hilangin Jiwa Manchester United

Gobetnews – Gobetmania Yo, Ruben Amorim datang ke Old Trafford bawa identitas kuat dari klub lamanya. Dia langsung ubah wajah permainan Manchester United dengan tinggalin sistem empat bek tradisional. Pelatih asal Portugal itu pilih terapkan skema tiga bek tengah dengan bek sayap yang agresif. Perubahan ini jadi pergeseran besar dari pola permainan yang selama puluhan tahun melekat di United.

Keputusan Amorim itu memang sempat hadirin hasil positif di atas kertas. Tapi, cara main yang ditampilkan justru picu perdebatan panjang di kalangan pengamat dan legenda klub. Salah satu suara paling keras datang dari Paul Scholes. Legenda Manchester United itu nilai perubahan sistem ini gak sejalan sama filosofi dan identitas klub.

Scholes Kecam Gaya Main Amorim di Lapangan

Paul Scholes secara terbuka suarakan ketidakpuasannya ke pendekatan taktis Ruben Amorim. Dia nilai sistem tiga bek bikin permainan Manchester United kehilangan esensi utamanya. Menurut Scholes, United selalu identik sama keberanian ambil risiko dan hiburan buat penonton. Gaya main sekarang dianggap terlalu kaku dan minim kreativitas.

Dia juga soroti absennya elemen-elemen klasik yang dulu jadi kekuatan Setan Merah. Scholes sebut gak ada pemain sayap yang benar-benar tantang lawan atau keberanian buat lepas tembakan. “Saya rasa manajer tidak memahami klub ini, titik. Saya rasa ia bukan orang yang tepat. Manchester United lebih tentang risiko dan hiburan, lebih dari apa pun. Membuat penggemar tegang dan siap bersorak,” serunya di siniar The Good, The Bad, The Football, dikutip dari Goal.

“Pemain sayap yang mampu melewati lawan. Tembakan ke gawang. Sedikit keterampilan. Tidak ada apa pun di sana. Itu berasal dari klub,” ketus Scholes.

“Sesi latihan intens—fokus, tempo tinggi, dan kerja tim jadi kunci persiapan.”

Sindiran Tajam untuk Petinggi Manchester United

Gak cuma Amorim, kecaman Scholes juga diarahin ke jajaran petinggi klub, termasuk CEO Omar Berrada. Dia pertanyain pemahaman mereka ke identitas Manchester United. Scholes nilai keputusan tunjuk Amorim nunjukin ada kesenjangan visi di level manajemen. Menurutnya, sistem yang sukses di Sporting gak otomatis cocok diterapin di Old Trafford.

Dia juga singgung sejarah panjang United yang selalu setia sama empat bek. Buat Scholes, perubahan ke tiga bek bukan sekadar soal taktik, tapi sentuh akar filosofi klub. “Kita bicara tentang klub yang berbeda – mereka punya Omar Berrada, Jason Wilcox yang mungkin brilian dalam pekerjaan mereka, brilian dalam apa yang mereka lakukan. Mereka bukan Manchester United. Mereka tidak tahu bagaimana rasanya membeli pemain Manchester United, mendatangkan manajer Manchester United.”

Baca Juga : Borong 13 Medali SEA Games 2025, Tim Kano dan Kayak Indonesia Gebu-gebu Tatap Asian Games 2026

“Jika Anda pergi ke Sporting Lisbon dan menonton, mereka bermain dengan tiga bek. Jelas, itu tidak mungkin. Manchester United tidak pernah melakukan itu. Mereka tidak bisa melakukan itu. Mereka memang tidak bisa, itu sudah terbukti selama bertahun-tahun. Dan saya berbicara bahkan sebelum Sir Alex Ferguson, selalu menggunakan formasi 4-4-1-1 atau 4-4-2. Menghibur orang. Ia tidak memiliki kemampuan itu,” serunya. Wah, kritik tajam banget dari legenda ini! Apa pendapat kalian soal sistem Amorim? 🔥⚽

Other Articles

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.
GOBET