Juventus Tumbang di Kandang Cagliari: Spalletti Kritik Pemain yang Panik dan Lupa Posisi, Bro!
Gobetnews – Gobetmania Yo, rekor impresif Luciano Spalletti bareng Juventus akhirnya ternoda di tanah Sardinia nih, bro! Bianconeri harus pulang dengan kepala tertunduk usai kalah tipis 0-1 dari Cagliari, hasil yang sama sekali gak terprediksi sebelumnya.
Dominasi penguasaan bola tim tamu seolah gak berarti di hadapan efektivitas tuan rumah. Juventus bahkan catat Expected Goals (xG) sebesar 1,28, jauh di atas Cagliari yang cuma 0,16.
Tapi, satu momen bola mati ubah segalanya. Tendangan voli Luca Mazzitelli hukum kelengahan barisan pertahanan Si Nyonya Tua.
Alih-alih sekadar salahkan dewi fortuna, Spalletti justru sorot kekacauan taktis anak asuhnya. Dia liat para pemain mulai kehilangan disiplin peran pas berusaha kejar ketertinggalan.
Anarki Taktikal di Menit Akhir
Spalletti secara khusus sentil respons para pemain pengganti yang dinilai terbawa suasana panik. Niat hati mau bantu, pergerakan mereka justru rusak struktur permainan.
Edon Zhegrova sama Francisco Conceicao disebut terlalu jauh turun ke lini tengah buat jemput bola. Padahal, tugas utama mereka kasih ancaman di sepertiga akhir lapangan lawan.
“Pemain pengganti terbawa oleh sifat permainan yang panik,” ujar Spalletti ke Sky Sport Italia.
Kritik pedas juga layang ke barisan pertahanan yang ikut-ikutan naik tanpa perhitungan. Disiplin posisi yang jadi ciri khas Juventus mendadak hilang di momen krusial.
“Kalulu sama Kelly kemudian mulai dorong ke sayap, tapi gak, mereka bek sama perlu bertahan,” tegas sang pelatih dengan nada kesal.
Spalletti tegas kalau inisiatif serangan gak boleh korban peran dasar pemain. Kekacauan posisi inilah yang bikin Juventus gagal bongkar pertahanan berlapis lawan.
“Kami bisa keluh soal itu, pemain harus tetep di peran mereka, tapi secara umum kami mainin permainan kami,” tambahnya.
Mengendus Peluang di Tengah Kesialan
Nasib sial memang bayang Juventus sepanjang laga. Penalti yang sempet kasih wasit dianulir oleh VAR, sementara tembakan keras Kenan Yildiz cuma bentur tiang gawang setelah terdefleksi.
Meski gitu, Spalletti enggan sembunyi di balik alasan ketidakberuntungan semata. Dia tuntut standar yang lebih tinggi di perhatian ke detail kecil.
“Yildiz gak beruntung di dua atau tiga situasi. Saya liat beberapa momen dimana bola punya putaran yang beda,” analisis mantan pelatih Timnas Italia itu.
Buat Spalletti, Cagliari pantas menang bukan karena dominasi, melainkan karena insting bunuh yang tajam. Mereka mampu liat celah sekecil apa pun sama hukum lawan.
“Hal-hal ini terjadi, Anda angkat topi buat lawan Anda, yang bawa pulang kemenangan yang mungkin gak pantas mereka dapet, tapi mengendus peluang sama ambilnya,” puji Spalletti secara sportif.
Sinyal Bahaya di Jalur Scudetto
Kekalahan ini jadi pukulan telak buat ambisi Juventus kejar gelar juara. Jarak mereka sama Inter Milan di puncak klasemen sekarang melebar jadi 10 poin.
Posisi di empat besar pun kian terancam kalau AS Roma mampu petik hasil positif pekan ini. Spalletti ingat timnya buat segera benah karena detail terkecil bisa jadi penentu hasil akhir musim.
“Adalah tugas kami buat jadi sangat pilih-pilih sama diri kami sendiri jadi kami kerjain detail terkecil, karena itu bisa tentuin hasil,” pungkasnya.
Waktu buat ratapi nasib sangatlah sempit buat skuad Turin. Laga krusial di Liga Champions lawan Benfica udah nunggu di depan mata di Rabu malam pekan depan.
Semoga Juve bangkit, bro! Serie A makin panas nih! ⚽🔥
