Brighton vs Bournemouth: Gol Salto Ajaib Remaja 18 Tahun Selamatkan Tuan Rumah dari Drama VAR, Bro!
Gobetnews – Gobetmania Yo, publik Amex Stadium nyaris pulang dengan kepala tertunduk sama amarah yang luap ke wasit nih, bro! Tapi, sebuah momen magis di masa injury time ubah segalanya.
Charalampos Kostoulas, penyerang 18 tahun asal Yunani, jadi penyelamat Brighton & Hove Albion lewat gol salto spektakuler yang maksa hasil imbang 1-1 kontra Bournemouth, di laga Premier League yang penuh ketegangan.
Masuk sebagai pemain pengganti, Kostoulas cetak gol keduanya di sepak bola Inggris dengan cara yang sulit dipercaya. Satu menit lewat waktu normal (90+1), dia terima umpan sundulan Jan Paul van Hecke, kontrol bola dengan dada, sama lepas tendangan akrobatik ke sudut kiri gawang.
Gol ini gak cuma selamatkan satu poin, tapi juga redam kontroversi keputusan penalti yang warnai laga bertajuk South Coast Derby itu.
Kontroversi VAR dan Amarah Fabian Hurzeler
Sebelum momen heroik Kostoulas, Brighton di ambang kekalahan akibat keputusan VAR yang picu perdebatan panas.
Di menit ke-32, Bournemouth unggul lewat penalti Marcus Tavernier. Proses gol ini bermula dari insiden jatuhnya Amine Adli di kotak penalti pas duel sama kiper Bart Verbruggen.
Wasit Paul Tierney awalnya layang kartu kuning ke Adli karena dianggap diving. Tapi, setelah intervensi VAR, keputusan dianulir. Verbruggen dinilai langgar Adli, kartu kuning dicabut, sama penalti kasih.
Keputusan ini picu kemarahan suporter tuan rumah. Teriakan “you’re not fit to referee” (Anda gak layak pimpin) gema di stadion pas jeda babak pertama.
Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, gak bisa sembunyi kekecewaannya pasca-laga. “Buat saya, itu gak penalti. Ada sedikit kontak, tapi itu gak pelanggaran,” tegas Hurzeler.

“Sentuhan sama kontak aja gak cukup (buat penalti), itu yang dikatakan wasit ke kami sebelum musim dimulai. Tapi di momen tertentu mereka gak lakuin—itulah kenyataannya, sama kami harus terima. Seluruh proses ini gak masuk akal,” tambahnya.
Meski marah ke wasit, Hurzeler tetep objektif nilai skuadnya. Dia aku performa Brighton “gak cukup bagus” sama semua pihak harus tanggung jawab atas kesalahan-kesalahan yang terjadi.
Era Baru The Cherries dan Cedera Tavernier
Di sisi lain, hasil imbang ini terasa pahit buat Bournemouth. Skuad asuhan Andoni Iraola sejatinya tampil solid meski baru aja kehilangan mesin gol utama mereka.
Ini laga perdana The Cherries setelah jual top skor Antoine Semenyo ke Manchester City seharga £62,5 juta. Amine Adli, yang isi pos Semenyo, tampil impresif sebagai aktor utama di balik penalti tim tamu.
Tapi, masalah skuad tipis mulai hantui Iraola. Pencetak gol mereka, Tavernier, harus ditarik keluar di babak kedua karena cedera hamstring.
“Kami di situasi yang sangat sulit. Anda bisa liatnya hari ini. Kami tuntut pemain yang sama buat main di setiap laga, setiap menit. Kami jelas butuh bantuan, itu sangat jelas,” ujar Iraola.
Iraola konfirm klub lagi berupaya rampung transfer gelandang Alex Toth dari Ferencvaros, tapi dia tegas kebutuhan bakal lebih banyak pemain baru bulan ini.
Laga ini juga jadi tonggak sejarah buat bintang Brighton, Kaoru Mitoma, yang catat penampilan ke-100 di Premier League. Sayangnya, pemain asal Jepang itu gak bisa tandai momen spesialnya dengan gol setelah sepakannya melebar.
Hasil ini bikin Bournemouth tetep di tiga poin di bawah Brighton yang duduk di peringkat ke-12 klasemen sementara Liga Inggris.
Baca Juga : Rossoneri Menang Tipis tapi Sarat Makna: 5 Pelajaran Penting dari Duel AC Milan vs Lecce, Bro!
Semoga Brighton bangkit, bro! Premier League makin seru nih! ⚽🔥
