gobetnews_top_banner_2025

Drama Liga Champions Nunggu Chelsea: Lawan Napoli, Laga Hidup-Mati, dan Dendam Masa Lalu, Bro!

Gobetnews – Gobetmania Yo, guys! Chelsea memang menang tipis 1-0 atas Pafos FC di Stamford Bridge, tapi hasil itu belum cukup buat tenangin perjalanan mereka di Liga Champions. Wah, drama masih panjang!

Kemenangan itu bikin peluang Chelsea finis di delapan besar klasemen fase liga masih terbuka, tapi segalanya harus ditentuin di laga terakhir pekan depan. Rintangan yang nunggu bukan sembarang, melainkan Napoli di kandang sendiri. Pertandingan ini bukan cuma rebut tiket ke babak gugur. Ada sejarah, tokoh-tokoh lama, dan tekanan gede yang bikin duel di Naples terasa jauh lebih panas dari sekadar angka di papan klasemen.

Situasi Klasemen yang Tekan Kedua Tim

Chelsea bakal tantang Napoli dengan posisi rapuh. Mereka di peringkat kedelapan dengan 13 poin, angka yang juga dimilik tujuh tim lain dari PSG sampe Atalanta. Catatan kandang Chelsea di fase liga sempurna, tapi performa tandang jadi masalah. Dari tiga laga tandang, mereka cuma kumpul satu poin, hasil imbang 2-2 yang kecewa lawan Qarabag.

Di sisi lain, Napoli lagi dalam situasi gak kalah genting. Juara bertahan Serie A itu terperosok di peringkat 25 dan setidaknya butuh satu poin lawan Chelsea buat pastiin tempat di play-off Februari, sekaligus hindari eliminasi dini dari Liga Champions. Wah, hidup-mati banget!

Sejarah Lama Chelsea dan Napoli yang Gak Terlupakan

Chelsea dan Napoli jarang ketemu, tapi satu pertemuan di masa lalu tinggalin jejak dalam. Pada Februari 2012, Chelsea tandang ke Stadio Diego Armando Maradona (dulu San Paolo) dan tumbang 1-3 di leg pertama babak 16 besar. Di bawah arahan Andre Villas-Boas, Chelsea nyaris kebobolan lebih banyak kalau bukan karena sapuan krusial Ashley Cole di garis gawang. Kekalahan itu kayak awal akhir perjalanan mereka di kompetisi itu.

Suara pecah di pinggir lapangan. Tangan menunjuk, emosi meledak. Ini bukan marah. Ini tuntutan untuk menang.

Tapi cerita balik dramatis. Tiga pekan kemudian, Chelsea yang udah ditangani Roberto Di Matteo menang 4-1 di leg kedua dan lanjut sampe akhirnya angkat trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Dengan taruhan gede buat Napoli kali ini, atmosfer di Naples diperkirakan lebih intimidasi dibanding hampir 14 tahun lalu. Mantul banget!

Antonio Conte dan Dendam yang Gak Pernah Sepenuhnya Padam

Antonio Conte bukan cuma pelatih Napoli di cerita ini. Dia sosok yang bawa Chelsea juara Premier League 2017 dan Piala FA setahun setelahnya, sebelum hubungannya sama klub berakhir pahit. Pelatih asal Italia itu sempat gugat Chelsea atas pemecatan gak sah, konflik yang terjadi di era kepemilikan Roman Abramovich. Meski rezim di Stamford Bridge sekarang udah ganti, sulit bayang Conte datang ke laga ini tanpa motivasi ekstra.

Dengan tekanan gede di pundak Napoli buat bertahan di Liga Champions, peran Conte makin sentral. Laga ini bisa jadi panggung pembuktian, bukan cuma buat timnya, tapi juga buat dirinya sendiri hadap salah satu klub yang pernah dia bawa ke puncak. Wah, dendam masa lalu nih!

Lukaku, Luka Lama, dan Hubungan yang Retak

Nama Romelu Lukaku balik ngaitin dua klub ini dengan emosi yang belum sepenuhnya reda. Striker Belgia itu baru pulih dari cedera paha yang bikin absen sepanjang musim bareng Napoli dan sempat duduk di bangku cadangan saat hasil imbang 1-1 lawan Copenhagen.

Buat Chelsea, Lukaku dikenang sebagai salah satu rekrutan paling kecewa. Dia gagal cetak gol dalam 15 penampilan di periode pertama, lalu balik 2021 dengan status rekor transfer klub, tapi cuma hasil 15 gol dari 44 laga. Yang paling melukai bukan cuma performa, tapi wawancara tanpa izin sama Sky Italia di musim 2021/22, di mana Lukaku kritik pendekatan taktik Thomas Tuchel dan ngaku pengen balik ke Inter.

Hubungan itu gak pernah benar-benar pulih sampe akhirnya Chelsea jual dia ke Napoli di Agustus 2024 dengan nilai awal 30 juta euro. Lukaku sendiri ungkap kekecewaannya di Maret tahun lalu ke Corriere dello Sport. Dia nilai klub udah perlakuin dia gak adil, dari dipisah dari tim utama sampe tekanan yang menurutnya sengaja dibiarkan berlarut-larut. Duh, luka lama!

Posisi Sulit The Blues

Chelsea sadar mereka lagi dalam posisi sulit. Bahkan kemenangan di Naples belum tentu jamin tempat di delapan besar, ingat selisih gol bisa jadi penentu akhir. Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, coba redam tekanan. “Klub ini gak pernah gentar hadap pertandingan apa pun,” kata Rosenior.

Baca Juga : Viral Layvin Kurzawa Udah Tiba di Indo Buat Gabung Persib, Bro! Dikontrak Sampe Akhir Musim BRI Super League

Nah, drama Liga Champions ini bakal panas banget! Chelsea bisa balik juara kayak dulu, atau Napoli yang rebut tiket? Kalian siapa yang dukung? Siap-siap nonton laga hidup-mati ini, ya! ⚽🔥

Other Articles

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.
GOBET