gobetnews_top_banner_2025

Pelatih ‘Arogan’ Didikan Carlo Ancelotti Jadi Kunci Kebangkitan Man United Era Michael Carrick, Bro!

Gobetnews – Gobetmania Yo, guys! Kebangkitan Manchester United di bawah komando Michael Carrick gak cuma mengejutkan publik, tapi juga munculin sosok penting di balik layar yang sekarang mulai dapat sorotan.

Sosok itu adalah Steve Holland, asisten pelatih yang dikenal keras, dingin, bahkan dicap “arogan”, tapi justru jadi elemen krusial dalam kesuksesan awal Carrick sebagai pelatih interim.

Kemenangan beruntun atas Manchester City dan Arsenal dalam rentang waktu sepekan bikin banyak pendukung Setan Merah nyaris gak percaya.

Carrick tampil nyaris tanpa cela sejak balik pimpin tim utama, meski masa jabatannya dipastikan singkat. Dia cuma dikasih 15 laga sebelum manajemen INEOS rencana tunjuk pelatih permanen di musim panas mendatang.

Usai pemecatan Ruben Amorim, seluruh staf kepelatihan lama turut dilepas. Situasi ini paksa Carrick bangun tim kepelatihannya sendiri dari nol. Keputusan itu sempat dipandang berisiko, tapi sejauh ini justru berbuah hasil positif.

Steve Holland, Keras tapi Berdampak Nyata

Penunjukan Steve Holland sebagai asisten pelatih sempat undang tanda tanya. Pasalnya, Carrick dan Holland belum pernah kerja bareng sebelumnya. Tapi, dampak kehadiran Holland langsung terasa, terutama dalam organisasi pertahanan Manchester United.

Perbaikan struktur bertahan United terlihat jelas saat mereka nge-bom Arsenal dengan skor 3-2. Disiplin lini belakang dan koordinasi antar pemain jadi salah satu pembeda utama dibanding era sebelumnya.

Satu gestur, seribu instruksi. Fokus sampai peluit akhir.

Jurnalis Mark Ogden, dalam podcast The Football Reporters, ungkap sisi lain dari Holland yang mungkin gak disukai banyak pemain, tapi efektif di lapangan.

“Dia bukan pelatih yang populer. Dia bisa keras, dingin, dan terkadang arogan,” ujar Ogden. “Tapi dia punya rekam jejak yang mendukung. Dia pernah kerja di Chelsea, bareng Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti. Dia juga bagian dari periode sukses tim nasional Inggris.”

Menurut Ogden, kredibilitas Holland di level yang jarang dimiliki staf pelatih Manchester United dalam beberapa tahun terakhir, bahkan sejak era Rene Meulensteen atau Carlos Queiroz.

Menutupi Kekurangan Pengalaman Carrick

Salah satu alasan Carrick belum dianggap layak jadi pelatih permanen adalah minimnya pengalaman di level tertinggi. Pelatih berusia 44 tahun itu memang pernah jadi bagian staf Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer, lalu tangani Middlesbrough selama tiga tahun. Tapi, pengalamannya sebagai pelatih elite masih dipertanyaan.

Di sinilah peran Holland jadi sangat vital. Dia bawa perspektif dan standar kerja dari pelatih-pelatih kelas dunia yang pernah kerja barengnya. Kombinasi Carrick yang tenang dan Holland yang tegas cipta keseimbangan di ruang ganti.

Kapten tim, Harry Maguire, bahkan secara terbuka puji kontribusi Holland dalam perbaiki sistem bertahan tim. United sekarang tampil lebih rapat, kompak, dan bertanggung jawab saat kehilangan bola.

Kalau Carrick pada akhirnya dipercaya tangani Manchester United secara permanen, satu hal tampaknya mutlak: pertahankan Steve Holland di Old Trafford bisa jadi keputusan paling penting buat jaga stabilitas dan arah perkembangan tim.

Baca Juga : La Masia Jadi Tambang Emas: Barcelona Raup Lebih Rp850 Miliar dari Penjualan Lulusan Akademi Sejak 2024, Bro!

Nah, Holland jadi kunci kebangkitan United nih! Meski ‘arogan’, dia bikin pertahanan solid. Kalian gimana pendapatnya soal peran dia? Siap nonton United selanjutnya, ya! ⚽🔥

Other Articles

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.
GOBET