
Italia vs Bosnia di Final Playoff Piala Dunia 2026: Gattuso Siaga, Zenica Bakal Panas
Gobetnews – Gobetmania Pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso, udah fix siap bawa skuadnya tandang ke markas Bosnia-Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, buat duel final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang bakal digelar Rabu (1/4/2026).
Italia akhirnya ketemu Bosnia setelah tim tuan rumah itu nyikat Wales lewat adu penalti dramatis di Cardiff, Jumat (27/3/2026), usai main imbang 1-1 sampai 120 menit. Buat Italia, ini bukan sekadar laga biasa—ini partai hidup-mati biar kutukan gagal lolos dua edisi terakhir nggak kejadian lagi.
Zenica Diprediksi “Neraka”, Gattuso: Kita Harus Tahan Mental
Gattuso udah ngegas dari awal: dia yakin atmosfer di Zenica bakal brutal. Suporter Bosnia terkenal rapat, berisik, dan bikin lawan gampang kepancing panik. Tapi Gattuso juga bilang, tekanan kayak gitu kurang lebih mirip seperti waktu main di Cardiff.
“Ini akan jadi atmosfer yang berapi-api, meskipun kalau kami pergi ke Cardiff, situasinya bakal serupa,” kata Gattuso.
Yang bikin Italia makin waspada: Bosnia punya banyak pemain senior, pengalaman internasionalnya tebel, dan cara mainnya rapi serta disiplin.
“Ada banyak pemain berpengalaman di tim Bosnia. Wales sangat berbeda. Bosnia menutup ruang dengan baik dan ngandelin striker mereka, jadi ini bakal jadi laga sulit lagi,” lanjutnya.
Intinya: Italia nggak boleh kebawa tempo. Bosnia bakal nunggu celah, terus sekali nyerang bisa langsung nyakitin.
Gattuso Ngaku Ada yang Salah di Tengah: Locatelli Kebanyakan “Nongkrong” di Belakang
Ngomongin laga sebelumnya vs Irlandia Utara (Italia menang 2-0), Gattuso masih nemu PR. Dia ngerasa Manuel Locatelli mainnya terlalu dalam, jadinya struktur permainan Italia agak amburadul.

Efek dominonya? Gianluca Mancini malah sering kelihatan naik bantu serang kayak bek sayap—padahal itu bukan rencana awal.
“Selain tekanan, kami juga bikin kesalahan di babak pertama dengan Locatelli duduk terlalu dalam, akhirnya kami lihat Mancini bertindak sebagai bek sayap,” jelas Gattuso.
Gattuso maunya gelandang Italia bisa narik gelandang lawan keluar biar ada ruang buat nyari striker. Tapi yang kejadian, serangan Italia malah kejebak di pola: oper-oper pendek terus muter di kanan buat Politano.
“Kami perlu membawa gelandang mereka ke depan dan mencari striker kami, tapi kami terus mengoper ke kanan untuk Politano,” tegasnya.
Kondisi Pemain Jadi Fokus: Bastoni Dijaga, Scamacca Sempat Kena Benturan
Selain taktik, Gattuso juga mikirin fisik timnya. Alessandro Bastoni baru balik dari cedera pergelangan kaki dan sempat absen hampir tiga minggu. Karena udah dapat kartu kuning, Gattuso nggak mau ambil risiko—akhirnya Bastoni ditarik lebih cepat.
“Sejujurnya, Bastoni sudah absen hampir tiga minggu dan tidak berlatih. Dia dikartu kuning, saya memilih tidak mengambil risiko,” ujarnya.
Sementara itu Scamacca sempat kena benturan, tapi Gattuso optimistis masih aman buat dibawa.
“Hanya Scamacca yang mengalami benturan, tapi dia seharusnya ada di sana juga. Sekarang kami harus pulih secepat mungkin,” tutupnya.
Kesimpulannya: Italia Harus Tahan Headline, Bosnia Tahanannya Rapat
Baca Juga : Kosovo Bikin Bratislava Hening! Comeback Gila 4-3 atas Slovakia, Mimpi Piala Dunia 2026 Makin Dekat
Laga di Zenica bakal jadi ujian yang bukan cuma soal taktik, tapi juga mental dan ketenangan. Bosnia bakal main rapat, nyari momen, dan ngandelin striker. Italia wajib lebih rapi di tengah, nggak boleh salah posisi lagi, dan yang paling penting: jangan kebawa suasana “neraka” Bilino Polje.

