gobetnews_top_banner_2025

    Jomplang Parah! Nilai Pasar Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis Beda 50 Kali Lipat Jelang FIFA Series 2026

    Gobetnews – Gobetmania Timnas Indonesia bakal ketemu Saint Kitts and Nevis di ajang FIFA Series 2026. Pertandingannya digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK)Jumat, 27 Maret pukul 20.00 WIB.

    Laga ini bukan cuma soal strategi dan formasi doang. Soalnya ada fakta yang bikin melongo: nilai pasar kedua tim beda jauh banget—bahkan bisa dibilang jomplang level “nggak ngotak”.


    Indonesia Menang Telak di Nilai Pasar: Rp567,95 Miliar vs Rp9,99 Miliar

    Kalau ngacu ke data Transfermarkt, total nilai pasar skuad Garuda sekarang ada di angka Rp567,95 miliar. Ini jadi bukti kalau kualitas individu pemain Indonesia makin naik, apalagi setelah banyaknya pemain yang main di luar negeri.

    Sementara itu, Saint Kitts and Nevis cuma punya total nilai pasar sekitar Rp9,99 miliar.

    Artinya? Selisihnya lebih dari 50 kali lipat. Ini termasuk perbedaan paling ekstrem kalau ngomongin pertandingan level timnas.


    Plot Twist: Satu Pemain Indonesia Lebih Mahal dari Satu Tim Lawan

    Duel satu lawan satu—di sini bukan cuma soal skill, tapi siapa yang lebih cepat ambil keputusan.

    Yang paling gokil, ada satu fakta yang bikin makin “nggak adil” di atas kertas.

    Ragnar Oratmangoen, penyerang FCV Dender, punya nilai pasar Rp10,43 miliar. Itu artinya, nilai Ragnar lebih tinggi daripada total nilai pasar seluruh skuad Saint Kitts and Nevis.

    Ini nunjukin kalau Indonesia bukan cuma unggul sebagai tim, tapi juga punya pemain yang secara valuasi udah di atas level lawan.


    Bintang Dua Tim: Idzes Paling Mahal, Saint Kitts And Nevis Andalkan Tyrese Shade

    Di kubu Indonesia, pemain dengan nilai pasar tertinggi adalah Jay Idzes. Bek yang berkarier di Sassuolo itu punya valuasi tembus Rp173,82 miliar—jauh banget di atas pemain lain.

    Posisi kedua diisi Kevin Diks (Borussia Monchengladbach) dengan nilai pasar sekitar Rp86,91 miliar.

    Sementara dari Saint Kitts and Nevis, pemain termahalnya adalah Tyrese Shade (Burton Albion) dengan nilai pasar Rp3,91 miliar.

    Ada juga nama Romaine Sawyers yang cukup dikenal karena pengalaman di sepak bola Inggris. Walaupun sekarang statusnya tanpa klub, jam terbangnya pernah “elit” bareng Stoke City dan West Brom—dan itu bisa jadi faktor licik kalau Indonesia lengah.


    Nilai Pasar Bukan Jaminan, Tapi Jelas Jadi Gambaran Kualitas

    Walau angka-angka ini bikin Indonesia kelihatan menang sebelum main, sepak bola tetap punya hukum sendiri: di lapangan semuanya bisa kejadian.

    Tapi ya realistis aja, dengan selisih nilai pasar segede itu, Indonesia jelas lebih diunggulkan. Apalagi Garuda juga lagi punya momentum bagus—campuran pemain muda, pemain diaspora, plus yang berpengalaman bikin skuad makin matang.

    Baca Juga : Tradisi 24 Tahun Mau Disetop? MU Disebut Nggak Gelar Tur Dunia Jelang Musim 2026/2027

    Intinya, FIFA Series ini bakal jadi ajang pembuktian: Indonesia harus nunjukin kalau valuasi gede itu emang sejalan sama performa, bukan cuma keren di atas kertas.

    Other Articles

    Leave a Reply

    You must be logged in to post a comment.