
Tradisi 24 Tahun Mau Disetop? MU Disebut Nggak Gelar Tur Dunia Jelang Musim 2026/2027
Gobetnews – Gobetmania Manchester United lagi siap-siap ngambil keputusan gede buat musim panas 2026. Kabarnya, MU mempertimbangkan buat nggak ngadain tur pramusim keliling dunia—sesuatu yang udah jadi rutinitas mereka selama lebih dari dua dekade.
Kalau ini bener kejadian, artinya MU bakal mutusin tradisi 24 tahun yang selama ini jadi “agenda wajib” tiap pramusim. Biasanya mereka gas ke Amerika, Asia, atau negara jauh lain buat uji coba sekaligus nyapa fans global. Tapi kali ini situasinya beda.
Penyebab utamanya satu: Piala Dunia 2026.
Alasan Utama: Piala Dunia 2026 Bikin Jadwal Pemain Nggak Manusiawi
Piala Dunia 2026 berlangsung 11 Juni – 19 Juli. Itu berarti sebagian besar pemain top MU bakal punya musim panas super padat, apalagi kalau negara mereka melaju jauh.
Masalahnya, setelah itu biasanya pramusim langsung jalan. Kalau MU tetap maksa bikin tur ke Amerika atau Asia, para pemain bakal:
- baru kelar main turnamen besar,
- minim waktu recovery,
- langsung disuruh naik pesawat jarak jauh,
- lalu main laga-laga eksibisi yang intensitasnya kadang juga tinggi.
Risikonya jelas: kelelahan + cedera.
Karena itu, MU disebut lagi nyusun opsi yang lebih “waras”: pramusim di Eropa aja. Jaraknya lebih dekat, jadwal bisa lebih fleksibel, dan staff pelatih bisa ngatur intensitas latihan tanpa keburu-buru.
Intinya: kali ini MU lebih mikirin kondisi pemain ketimbang “show keliling dunia”.

Mutusin Tradisi Sejak 2003: Bukan Keputusan Kecil
Kalau MU beneran stop tur dunia, ini bukan cuma perubahan kecil. Soalnya sejak 2003, MU hampir selalu pramusim di luar Eropa.
Tradisi itu cuma sempat berhenti pas era pandemi 2020 dan 2021. Selebihnya, mereka rutin keliling dunia.
Bahkan, terakhir kali MU benar-benar pramusim full di Eropa itu udah lama banget: tahun 2002, masih zamannya Sir Alex Ferguson. Waktu itu MU main di beberapa negara Eropa, termasuk lawan klub besar macam Ajax, plus sempat ketemu Boca Juniors juga.
Sejak itu, tur global jadi “agenda tetap”—dan dalam 10 tahun terakhir, Amerika Serikat jadi destinasi favorit.
Nah, kalau musim panas 2026 ini MU stay di Eropa, itu bakal jadi sinyal: klub lagi ubah prioritas.
Dampak Komersial: Fans Global Bisa Kecewa, Tapi MU Punya Alasan
Tur pramusim itu bukan cuma soal latihan dan uji coba. Ujung-ujungnya juga soal duit dan exposure:
- jualan merchandise,
- sponsor activation,
- ningkatin basis fans,
- branding global.
MU punya pasar besar banget di luar Inggris—terutama Amerika Serikat. Kerja sama dengan brand besar kayak Qualcomm juga nunjukin betapa pentingnya sisi komersial mereka. Bahkan sempat ada obrolan soal hal-hal gede kayak hak penamaan stadion.
Tapi musim panas 2026 ini disebut jadi pengecualian. MU dinilai bakal ngorbanin potensi pemasukan jangka pendek demi satu hal: masuk musim 2026/2027 dengan skuad yang lebih fresh, lebih siap, dan nggak pada tumbang.
Kesimpulan: MU Lagi Pilih “Sehat Dulu” Ketimbang “Keliling Dulu”
Kalau kabar ini bener, MU bakal ngasih pesan yang cukup jelas:
musim panas ini mereka pengin fokus ke performa, bukan tur promosi.
Fans global mungkin bakal sedikit kecewa karena nggak kebagian tur, tapi dari sisi sepak bola—ini keputusan yang masuk akal banget, apalagi setelah Piala Dunia yang jadwalnya super nguras tenaga.

