gobetnews_top_banner_2025
Ruben Amorim

Tudingan Miring! Ruben Amorim Sengaja Cari Dipecat Demi Kompensasi Gede dari Man United?

Gobetnews – Gobetmania Pemecatan Ruben Amorim dari Manchester United ninggalin polemik baru yang gak cuma soal hasil di lapangan. Keputusan klub akhiri kerja sama itu datang cuma sehari setelah sang pelatih lontarin komentar keras di depan publik.

Pernyataan itu disampaikan Amorim usai hasil imbang lawan Leeds United, pas dia terbuka suarain ketidakpuasan sama perannya di klub dan dugaan kurang dukungan dari internal manajemen.

Situasi ini bikin spekulasi luas, termasuk tudingan kalau Amorim sejak awal udah hitung konsekuensi dari kata-katanya. Salah satu suara paling keras datang dari Simon Jordan, yang nilai ada motif finansial di balik sikap pelatih asal Portugal itu.

Pemecatan Resmi dan Latar Belakang Pernyataan Amorim

Manchester United konfirmasi di Senin pagi kalau Ruben Amorim udah dilepas dari jabatannya dengan efek langsung. Keputusan itu diambil gak lama setelah pernyataan sang pelatih yang dapat perhatian gede.

Di konferensi pers seusai laga di Elland Road, Amorim terbuka minta biar dia disebut sebagai “manajer”, bukan “kepala pelatih”. Dia juga desak petinggi klub biar dia kerja tanpa campur tangan.

Menurut laporan, kemarahan Amorim dipicu rasa kurang dukungan, yang juga berkaitan sama perselisihan internal soal target transfer. Pernyataan publik itu kemudian jadi pemicu utama keputusan klub.

Simon Jordan Nilai Sikap Amorim Gak Profesional

Nanggepin pemecatan itu di talkSPORT, Simon Jordan sebut komentar Amorim punya pola yang ngarah ke keinginan dipecat. Dia bandingin situasi ini sama kasus Enzo Maresca yang sebelumnya didepak Chelsea setelah konferensi pers bernada serupa.

Ruben Amorim
Wajah tenang, pikiran bekerja. Di balik sorotan kamera, strategi sedang disusun dan keputusan besar menunggu waktu.

“Saya dengerin Amorim kemarin dan juga dengerin Enzo Maresca, dan saya gak rasa apa yang dia katakan itu terlalu kontroversial,” ujar Jordan.

“Dia lagi sampaikan pandangannya soal peran apa yang menurutnya harus dia miliki, tapi minta orang lain lakuin tugasnya gak sama kayak bilang kalau dia alami 48 jam terburuk dalam hidupnya dan gak dapat dukungan.”

Jordan kemudian nilai cara penyampaian Amorim tetep bermasalah. “Jadi saya lihatnya sebagai sesuatu yang sangat gak profesional, dan itulah yang terlalu sering ditunjukkan para manajer akhir-akhir ini. Saya juga anggap Maresca gak profesional.”

Dugaan Motif Finansial di Balik Pernyataan Publik

Menurut Jordan, komunikasi lewat media buat sampaikan keluhan internal adalah tindakan yang keliru. Dia nilai standar yang sama harus berlaku buat pelatih maupun pemain.

“Gagasan kalau Anda bisa komunikasi sama orang-orang yang pekerjain Anda lewat media adalah hal yang gak profesional,” katanya. “Anda tentu gak mau pemain keluar dan bilang hal buruk soal Anda sebagai manajer.”

Dia pertanyain tujuan di balik bahasa yang dipake Amorim di konferensi pers itu. “Pas saya dengerinnya, saya pikir: ke mana arah pembicaraan ini, apa poinnya, dan apa yang mau dicapai?”

Jordan lalu simpulin dengan asumsi paling keras. “Saya berasumsi apa yang dia coba capai adalah dipecat dan dibayar. Saya berasumsi itulah hasil yang dia inginkan. Saya gak bisa lihat cara lain kalau lihat bahasa yang dia pake.”

Baca Juga : Hasil Persik vs Persib: Drama Gol di Menit 90+5, Macan Putih Bikin Kemenangan Persib Buyar Nih!

Laporan The Athletic sebut Manchester United harus bayar penuh sisa kontrak Amorim karena gak ada klausul pemutusan yang bikin pengakhiran dengan biaya lebih rendah.

Kontrak itu sejatinya berlaku sampe musim panas 2027, dengan opsi perpanjang satu tahun, jadi pemecatan dini ini berujung pada kompensasi gede buat Amorim.

Other Articles

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.
GOBET